Header Ads

Ricin, Racun Pembunuh Kim Jong Nam

Beritaviral ~  Pembunuhan Kim Jong Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia pada Senin pekan lalu berlangsung cepat. Saudara tiri Presiden Korea Utara Kim Jong Un itu kolaps dan tewas hanya beberapa menit setelah aksi dua wanita yang menyerang Kim. Pria berusia 46 tahun itu diyakini tewas keracunan.


Dari hasil pemeriksaan ditemukan dua kemungkinan racun yang digunakan untuk membunuh Kim Jong Un. Salah satunya adalah ricin. Senyawa ricin dan tetrodoksin disebut-sebut sebagai racun yang digunakan untuk membunuh Kim. Dua senyawa yang bisa diekstraksi dari sumber alami ini mematikan bagi manusia meski jumlah yang diberikan sangat sedikit.

Dilansir dari Science News, ricin adalah protein beracun yang secara alami terdapat di dalam biji jarak (Ricinus communis). Tanaman tropis ini menjadi sumber minyak yang dipakai dalam industri dan produk kosmetik. Racun ini ditemukan oleh ilmuwan Jerman, Peter Hermann Stillmark yang bekerja di Rusia pada 1888.

Ricin dapat masuk ke dalam sel tubuh dan mencegahnya memproduksi protein. Tanpa protein, sel akan berhenti tumbuh lalu mati. Jika biji jarak dikunyah, senyawa ricin akan terlepas. Namun hanya mengunyah biji jarak tidak langsung membunuh manusia. Ricin yang dimurnikan jauh lebih berbahaya.

Ricin merupakan bagian dari limbah yang muncul saat biji jarak diolah menjadi minyak. Ricin murni dalam jumlah kecil sudah cukup untuk membunuh manusia. Salah satu kasus pembunuhan dengan ricin yang populer adalah kematian Georgy Markov, penulis Bulgaria pada 1978.

Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) memasukkan ricin sebagai agen bioterorisme kategori B. Adapun kategori A, racun biologis paling berbahaya, berisi antara lain virus antraks dan ebola. Hasil studi yang disampaikan dalam pertemuan tentang ancaman biologis Perkumpulan Ahli Mikrobiologi Amerika, 7 Februari lalu, menunjukkan ada antidot potensial untuk ricin. Antidot itu bekerja pada tikus yang sudah beberapa hari terpapar ricin.

Sejauh ini nggak ada obat atau terapi spesifik yang bisa mengatasi keracunan ricin. "Para dokter harus mencari cara lain untuk mengobati keracunan ricin," kata Patrick Cherubin, ahli biologi dari University of Central Florida, Orlando, Amerika Serikat. (wk/kr)

beritaviral.id | sumber :http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00149604.html

No comments

Powered by Blogger.